Ketika Anak Bertanya Seks


Banyak kasus penyimpangan perilaku remaja, termasuk perilaku seksualnya, terjadi justru karena informasi yang keliru mengenai seks yang diperolehnya saat usia dini.

PENULIS:
dr. H. Hanny Ronosulistyo, Sp.OG(K), M.M.
Dr. Seto Mulyadi, Psi., M.Si
Lia Muliawati

PENERBIT:
PT Gramedia Widiasarana Indonesia (PT Grasindo)

CETAKAN:
Ke-1, Juli 2008
Ke-2, Agustus 2008

HALAMAN:
xiv + 105


RESENSI BUKU:

Apa yang akan Anda lakukan bila si kecil tiba-tiba ‘menyerang’ Anda dengan pertanyaan seputar masalah seksual? Dapatkah Anda bersikap tenang sambil berupaya menjawabnya dengan jujur, baik, dan benar sesuai dengan daya nalarnya? Atau sangat mungkin Anda gelagapan dan panik dibuatnya serta berupaya menutupi kebingungan Anda dengan cara memarahinya?

Kalau saja kita mau merenung tentang peran kita sebagai orang tua, ternyata masih sangat banyak peran yang selama ini kita abaikan. Salah satunya adalah sebagai guru bagi anak-anak kita sendiri. Buku ini mendeskripsikan betapa seringnya kita –sebagai orang tua— bersikap posesif, egois, dan arogan di depan buah hati kita.

Kita menganggap bahwa anak adalah hak milik kita, karenanya kita sering memasung pemikiran mereka dengan mengharuskan mereka mengikuti pendapat kita. Kita pun tak jarang bersikap egois dengan menciptakan kondisi bahwa anak adalah objek yang harus menyesuaikan diri dengan kehendak kita sebagai orang tua.

Demikian pula dengan sikap arogan yang sering muncul tak hanya dalam bentuk sikap tetapi juga diucapkan dengan sangat lantang, “Ah, kamu tuh masih kecil, tahu apa? Pake tanya-tanya segala!” ”Hus..., Nggak pantas kamu bertanya seperti itu!”, atau ”Belum waktunya kamu tahu tentang hal itu!” serta berbagai kalimat lainnya yang nyata-nyata meremehkan anak.

Dalam hubungannya dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah seksual, pemaknaan pendidikan seks secara sempit kerap menyebabkan orang tua menutup diri dan tak berupaya melakukan pembelajaran seputar masalah tersebut.

Walhasil, ketika anak yang masih Balita bertanya tentang istilah “penis” yang ia dengar entah dari mana, orang tua akan terkaget-kaget dan panik alang kepalang.

Atau, sangat mungkin pula selama ini kita telah membentuk kerangka berpikir (frame of thinking) yang salah bagi anak-anak kita, seperti penggalan kisah dalam Prolog buku ini: “Farhan (3 tahun) menolak membuka celana ketika ibunya mau memandikannya, gara-gara ketika malam sebelum tidur neneknya bilang harus pake selimut biar “burung”-nya nggak kabur.

Atau cerita Dewi yang menyingkapkan rok mamanya waktu mau jajan dan disuruh mengambil uang di dompet mama. Ini terjadi gara-gara seminggu sebelumnya mamanya pernah bilang, “Ayo cepat pake celana! Nanti “dompet”-nya kemasukan angin!”
Buku ketika anak bertanya seks, adalah buku yang berisi deskripsi tentang pendidikan seks dalam keluarga sebagai khazanah pengetahuan yang mesti dipahami oleh setiap orang tua.

Unsur pengalaman dan ilmu pengetahuan dari tiga penulis sebagai praktisi (seksolog, psikolog, dan ibu rumah tangga) dilebur menjadi kesatuan yang utuh dan dikemas dengan bahasa populer yang mudah dicerna.

Buku ini tak hanya berisi pembahasan lengkap seputar pertanyaan anak. Lebih dari itu, secara implisit penulis tampaknya ingin mengajak ‘orang dewasa’ bertafakur atas peran penting mereka dalam membina perkembangan anak –dalam hubungannya dengan masalah seksualitas.

Selain itu, buku ini pun memancing kita untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan belajar... belajar…. dan belajar… karena kita takkan pernah dapat memahami pemikiran buah hati kita tanpa belajar, takkan pernah dapat mengatasi kesenjangan generasi (gap generation) antara anak dan kita tanpa belajar, dan takkan pernah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan anak dengan baik, jujur, dan benar tanpa belajar. Karenanya, di samping untuk orang tua, buku ini pun layak menjadi referensi bagi para guru.

Peresensi: Gani Yordani


KOMENTAR TENTANG BUKU INI:

"Sebuah buku yang sangat apik ditulis, mudah dibaca dan dimengerti. Sangat cocok untuk orang tua yang mulai menghadapi pertanyaan seks awal dari anak-anak mereka"
(Lula Kamal)

"Ketika putra-putrinya bertanya tentang seks, banyak orang tua yang tidak dapat menjawab dengan jelas, mala membingungkan mereka. Buku ini mencerdaskan para orang tua dalam menjawab pertanyaan tentang seks dari anak"
(Ratih Sanggarwati)

"Panduan tepat dan praktis bagi para orang tua untuk menghantarkan anak-anak mereka pada pemahaman akan pentingnya menjaga perilaku yang berhubungan dengan seks. Hal ini dalam upaya mendidik anak untuk mampu mengkritisi seks bebas dan seks menyimpang"
(Soraya Haque)

"Anak adalah titipan Allah swt. Kesadaran ini mewajibkan saya untuk menambah ilmu dan wawasan dalam mengimbangi perkembangan anak. Dengan hadirnya buku ini, saya menjadi memahami hal-hal yang harus saya berikan kepada anak tentang pengetahuan seputar seksualitas yang baik dan benar"
(Rida RSD)

INFORMASI:
Gani Yordani - 0813 2296 1973